top of page

Walking With God (Part 3): Divine Direction

Gambar penulis: World Transformation Church
World Transformation Church
29 Jul
2 menit membaca

Diperbarui: 30 Jul

Renungan dari khotbah Ps. Y. Wiryohadi — Seri "Walking With God"


Setiap orang percaya membutuhkan arahan ilahi — divine direction — agar langkahnya tetap benar dan terus bertumbuh. Ini bukan sekadar kebutuhan rohani biasa; di masa-masa krisis, kemampuan untuk mengerti dan mengenali arahan Tuhan menjadi salah satu keterampilan hidup yang paling menentukan bagi orang percaya.


Pertanyaannya adalah: bagaimana caranya kita bisa lebih peka menerima arahan Tuhan di tengah kesibukan dan hiruk-pikuk hidup sehari-hari?


Delapan Langkah Menuju Kepekaan Rohani

Berikut adalah langkah-langkah praktis yang bisa kita mulai lakukan untuk membangun kepekaan terhadap arahan Tuhan:

  1. Membaca Firman Tuhan setiap hari.Ā Firman-Nya adalah pelita bagi kaki dan terang bagi jalan kita (Mazmur 119:105). Semakin sering kita membaca Firman, semakin selaras pikiran dan roh kita dengan kehendak-Nya.

  2. Menyelaraskan hidup dengan Firman yang sudah dinyatakan.Ā Bukan hanya mendengar, tetapi hidup sesuai dengan apa yang sudah kita ketahui — seperti teladan Kristus dalam doa-Nya di Getsemani (Matius 26:39).

  3. Menyediakan waktu untuk bersekutu dengan Tuhan.Ā Baik melalui saat teduh pribadi maupun mezbah keluarga, persekutuan yang konsisten membuka ruang bagi kita untuk mendengar suara-Nya (Mazmur 5:3–4).

  4. Semakin mengenal hati Tuhan.Ā Melalui pergaulan yang akrab dengan-Nya, kita akan semakin peka terhadap apa yang Ia sukai dan tidak sukai (Kejadian 6:9) — seperti relasi dua sahabat yang saling mengenal.

  5. Mencurahkan isi hati kepada Tuhan.Ā Ketika kita jujur membawa segala pergumulan kepada-Nya, beban dan tekanan terangkat, dan damai sejahtera memenuhi hati kita.

  6. Tidak terlalu sibuk.Ā Kesibukan yang berlebihan dapat membuat kita kehilangan kepekaan untuk mendengar suara Tuhan (Mazmur 19:8–11).

  7. Hidup tenang agar kita dapat berdoa.Ā Sebab pada saat kita stres dan tertekan, kita sulit menerima arahan Tuhan dengan jernih (1 Petrus 4:7).

  8. Belajar menantikan Tuhan.Ā Sebab dalam sikap tinggal tenang dan percaya, di situlah terletak kekuatan kita (Yesaya 30:15).


Hati yang Gelisah Sulit Mendengar Suara-Nya

Ada satu kebenaran yang penting untuk kita camkan: hati yang dipenuhi kecemasan, kekhawatiran, dan kegundahan akan sulit menangkap arahan Tuhan. Sebab di mana ada Roh Tuhan, di situ ada kemerdekaan dan damai sejahtera — bukan kegelisahan.


Ini berarti, langkah pertama menuju divine directionĀ bukanlah mencari jawaban dengan panik, melainkan menenangkan hati di hadapan Tuhan terlebih dahulu.


Renungkan Bersama

Di tengah tantangan dan keputusan-keputusan yang perlu kita ambil hari ini, mari bertanya pada diri sendiri: apakah hati saya cukup tenang untuk mendengar suara Tuhan? Sudahkah saya menyediakan waktu setiap hari untuk membaca Firman-Nya dan bersekutu dengan-Nya secara pribadi?


Arahan ilahi tidak datang kepada hati yang panik dan terburu-buru, tetapi kepada hati yang tenang, percaya, dan setia menantikan-Nya.


Bagian dari seri khotbah "Walking With God" — Ps. Y. Wiryohadi, GBI WTC Serpong.


bottom of page